0 SIM YANG DITERAPKAN DALAM BIDANG KEDOKTERAN

Kamis, 30 Desember 2010
A. Latar Belakang Masalah
Sistem Informasi Manejemen Kesehatan bagi para dokter dokter mungkin bidang baru yang di zaman kuliahnya belum ada. Simkes membahas bidang sistem informasi Kesehatan dalam teknologi informasi.

B. Batasan Masalah
Sektor kesehatan merupakan bidang yang kaya informasi (information-intensive domain). Sayangnya, bidang ini relatif tertinggal dalam menerapkan konsep, aplikasi maupun inovasi pengelolaan informasi untuk mewujudkan pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan yang efektif, efisien dan bermutu tinggi. Dengan semakin ketatnya persaingan, pengelolaan informasi, pembelajaran, pengetahuan dan kewaskitaan (wisdom) merupakan kunci kelangsungan hidup organisasi kesehatan.

C. Ruang Lingkup Masalah
Beberapa organisasi kesehatan di Indonesia menghadapi beberapa masalah seperti lemahnya surveilans, kegagalan pengembangan SIK dan billing systems di beberapa daerah dan rumah sakit menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan terhadap tenaga ahli sistem dan manajemen informasi kesehatan. Tenaga ahli tersebut diharapkan tidak hanya mampu mendiagnosis masalah yang terkait dengan sistem dan manajemen informasi, namun juga mampu memberikan solusi dengan pendekatan sistem (system thinking).

D. Pembahasan
Menanggapi langkanya tenaga ahli sistem dan manajemen informasi kesehatan di Indonesia, minat SIMKES menawarkan sarana, proses, metode pembelajaran dan teknologi terkini untuk menghasilkan tenaga professional dalam bidang sistem dan manajemen informasi kesehatan.
Saat ini SIMKES telah memiliki 4 angkatan dengan jumlah angkatan pertama 19 orang, angkatan kedua 35 orang, angkatan ketiga 33 orang dan angkatan keempat 19 orang. SIMKES telah meluluskan lebih dari 50 orang dari tiga angkatan pertama.
Topik penelitian di SIMKES meliputi :
•Sistem informasi geografis
•Sistem informasi dinas kesehatan, rumah sakit, klinik, dan puskesmas
•Sistem informasi surveilans penyakit
•Sistem informasi kewaspadaan pangan
•Sistem informasi kesehatan pada saat bencana
•E-learning, sistem informasi pendidikan tenaga kesehatan
•Sistem pelaporan gizi, sistem informasi kepegawaian
•Perancangan situs web dinas kesehatan
•dan distribusi spasial kasus malaria.
Minat SIMKES diselenggarakan dengan tujuan untuk menghasilkan tenaga profesional yang menguasai sistem dan manajemen informasi kesehatan. Secara khusus program pendidikan ini bertujuan untuk mendidik peserta agar mampu:
•Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam merancang dan merekayasa sistem informasi untuk peningkatan kinerja pelayanan kesehatan
•Mengidentifikasi dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi sistem dan manajemen informasi kesehatan.
•Memiliki wawasan yang komprehensif mengenai cakupan informatika kesehatan (dari bioinformatika kedokteran, informatika klinis sampai dengan informatika kesehatan masyarakat termasuk multimedia) dan mengembangkan program informatika kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan kerjanya.
Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Medical and Health)
Komputer juga telah diterapkan dalam dunia medis atau kedokteran. Beragam istilah yang ada pada penerapan komputer dibidang kodokteran atau kesehatan. Diantaranya adalah medical informatics (informatika kedokteran) dan health informatics atau informatika kesehatan.
Informatika kedokteran adalah sebuah disiplin ilmu yang berhubungan dari pemanfaatan teknologi informasi dan komputer dalam bidang kedokteran. Menurut Edward H. Shortliffe dalam Wikipedia Indonesia, informatika kedokteran adalah disiplin ilmu yang berkembang dengan cepat yang berurusan dengan penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
Shortliffe juga membagikan disiplin ilmu informatika kedokteran kedalam beberapa bagian, diantaranya:
•Bioinformatika, bekerja pada proses molekuler dan seluler. Riset dan aplikasi bioinformatika memfasilitasi upaya-upaya rekayasa genetik, penemuan vaksin, hingga ke riset besar tentang human genome project.
•Medical imaging (informatika pencitraan), mengkaji aspek pengolahan data dan informasi digital pada level jaringan dan organ. Kemajuan pada sistem informasi radiologis, PACS (picture archiving communication systems), sistem pendeteksi biosignal adalah beberapa contoh terapannya.
•Informatika klinis, yang menerapkan pada level individu (pasien), mengkaji beberapa inovasi teknologi informasi untuk mendukung pelayanan pasien, komunikasi dokter pasien, serta mempermudah dokter dalam mengumpulkan dan mengolah data pasien.
• Informatika kesehatan masyarakat, yang berfokus pada populasi untuk mendukung pelayanan, pendidikan dan pebelajaran kesehatan masyarakat.
Selain informatika kedokteran, ada juga disiplin ilmu informatika kesehatan. Dalam kajiannya, ilmu kesehatan ini terpisah dari kedokteran. Sebab pendekatan kesehatan sangat berbeda dari kedokteran. Teknologi dalam informatika kesehatan digunakan untuk melakukan intervensi secara publik dengan cakupan yang luas.
Fungsi Sistem
•Industri ditargetkan
sistem didasarkan pada manajemen industri farmasi karakteristik ritel dan sertifikasi GSP dan pengembangan standar pemeriksaan dan desain.
• Sempurna GSP Manajemen
Sistem mencakup pembelian dan penjualan obat, pemeriksaan mutu, kualitas, pemeliharaan, staf medis dan pelatihan, pemeliharaan peralatan dan aspek-aspek lain dari pendaftaran dan manajemen GSP standar.
Dukungan jaringan pelaporan, menerima pembelian dan penjualan, data GSP dan laporan tahunan perusahaan, men-download pembaruan data yang dikeluarkan oleh farmasi.
•Menyediakan pelayanan satu atap
koneksi internet ritel dan manajemen persediaan, manajemen GSP, menerima e-mail dan file server Drug Administration-mail file, untuk melaporkan informasi yang relevan, Internet Drug Administration Network, dan semua dapat diselesaikan dalam sistem ini.
•Dukungan multi-Zhang Tao, pengguna-multi, multi-mata uang, laporan multi-format dan pembayaran kartu kredit
sistem dapat sewenang-wenang sesuai dengan peningkatan tuntutan kerja aktual, memodifikasi pengguna Shanchu, login password, sesuai dengan pekerjaan Zhize masing-masing diberikan hak yang berbeda, tanggung jawab jelas benar; memungkinkan pengelolaan multi Tao Zhang, Zhang Tao data secara independen satu sama lain antara; penjualan eceran checkout multi-mata uang yang lebih nyaman dan efisien layanan pelanggan yang disediakan; membuat film dokumenter berdasarkan kebutuhan aktual dari format yang berbeda dengan beberapa cetak laporan; dapat mencapai kartu kredit computer.

E. Kesimpulan
Dengan adanya SIMKES diselenggarakan dengan tujuan untuk menghasilkan tenaga profesional yang menguasai sistem dan manajemen informasi kesehatan. Secara khusus program pendidikan ini bertujuan untuk mendidik peserta memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam merancang dan merekayasa sistem informasi untuk peningkatan kinerja pelayanan kesehatan.
F. Saran
Penyelenggaraan SIMKES harus diadakan serutin mungkin untuk menambah wawasan yang komprehensif mengenai cakupan informatika kesehatan (dari bioinformatika kedokteran, informatika klinis sampai dengan informatika kesehatan masyarakat termasuk multimedia) dan mengembangkan program informatika kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan kerjanya.

DAFTAR PUSTAKA
Fajarqimi, 2009. Sekilas Tentang SIMKES (Sistem Informasi Manajemen Kesehatan). Jilid 1, No.1, (http://google.com, diakses 28 Desember 2010).

0 Penulisan SIM dalam bidang usaha

Sabtu, 25 Desember 2010
Dosen : Rina Noviana
Mata kuliah : Sistem Informasi Manajemen 1#

Sumber :
http://google.com/
http://wikipedia.com/

PENULISAN SIM DALAM BIDANG USAHA

Sistem informasi dalam suatu pemahaman yang sederhana dapat didefinisikan sebagai satu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanaya tergabung dalam suatu entitas organisasi formal, seperti Departemen atau Lembaga suatu Instansi Pemerintahan yang dapat dijabarkan menjadi Direktorat, Bidang, Bagian sampai pada unit terkecil dibawahnya. Informasi menjelaskan mengenai organisasi atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang tentang organisasi tersebut.

Sistem informasi memuat berbagai informasi penting mengenai tempat, dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan sekitar organisasi. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data yang telah diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Data sendiri merupakan faktafakta yang mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang terjadi atau ada di dalam atau di lingkungan fisik organisasi. Data tidak dapat
langsung digunakan untuk pengambilan keputusan, melainkan harus diolah lebih dahulu agar dapat dipahami, lalu dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan.
Sistem informasi manajemen mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu:
aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran (output).

Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru. Masukan berperan di dalam pengumpulan bahan mentah (raw data), baik yang diperoleh dari dalam maupun dari lingkungan sekitar organisasi. Pemrosesan berperan untuk mengkonversi bahan mentah menjadi bentuk yang lebih memiliki arti. Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk mentransfer informasi yang diproses kepada pihak-pihak atau aktivitasaktivitas yang akan menggunakan. Sistem informasi juga membutuhkan umpan balik (feedback), yaitu untuk dasar evaluasi dan perbaikan di tahap input berikutnya.

Disini saya akan membahas tetang sistem informasi manajemen dalam usaha pangan. Mengembangkan usaha dalam bidang pangan, baik berupa produk mentah,
bahan setengah jadi maupun produk jadi merupakan kegiatan yang memiliki prospek
sangat baik. Hal ini disebabkan oleh karena selama manusia hidup akan selalu
memerlukan pangan untuk kebutuhan fisiknya. Jadi usaha dalam bidang pangan
orientasinya bisa seumur hidup. Permasalahannya adalah dalam mengembangkan usaha bidang pangan ini banyak kendala yang dihadapi, mulai dari ketersediaan bahan baku, aspek kesehatan, periode waktu atau umur konsumsi hingga cara penanganannya. Penyajian produk pangan yang tidak memenuhi syarat utama yaitu aspek kesehatan sudah barang tentu tidak akan menarik di mata konsumen.

Ada beberapa karakteristik umum yang dapat dijadikan dasar dalam
pengembangan produk pangan, antara lain yaitu :
1. Lama konsumsi dari bahan pangan
2. Variabilitas bahan untuk diolah dari satu produk ke produk yang lain
3. Cara penyimpanan dan penyajian
4. Kesesuaian dengan standar yang ditetapkan
5. Penampakan produk dalam rangka menarik minat konsumen
6. Aspek lingkungan pemasaran
Semua faktor di atas akan berdampak pada keberhasilan dalam pemasaran produk kepada konsumen. Idealnya produk pangan yang akan dipasarkan memiliki umur konsumsi yang lama, mudah diolah menjadi berbagai macam produk, mudah dalam mengolah dan menyajikannya, tidak sulit dalam menyajikan kemasannya, memenuhi standar yang berlaku umum untuk produk pangan terutama yang menyangkut kesehatan dan dapat dipasarkan di berbagai tempat.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemasaran produk antara lain :
1. Target Market atau Sasaran Pasar.
Sasaran Pasar adalah sekelompok konsumen yang agak homogen (serupa) yang menjadi sasaran pemasaran.
2. Bauran Pemasaran yang meliputi ;
• Produk : Barang fisik, Jasa, Tampilan, Tingkat mutu, Asesoris dll.
• Tempat : Tujuan, jenis saluran, lokasi penjualan dll.
• Promosi : Cara-cara untuk menyampaikan pesan / memperkenalkan produk.
• Harga : Nilai yang harus dibayar / diganti sehubungan dengan penjualan
barang / jasa oleh konsumen.
Ada 4 (empat) jenis peluang utama dalam pemasaran, yaitu :
a. Pengembangan Pasar (Market development)
upaya meningkatkan penjualan produk sekarang dengan pasar baru.
b. Pengembangan Produk (Product Development)
upaya menawarkan produk baru atau produk yang ada ditingkatkan pada pasar
yang sekarang.
c. Penetrasi Pasar (Market penetration)
upaya meningkatkan penjualan produk yang sudah dimiliki diantaranya dengan
melalui bauran pemasaran yang lebih agresif.

d. Diversifikasi (Diversification)
upaya penganekaragaman usaha.

PERENCANAAN PEMASARAN
• Analisis Lingkungan
• Analisis Sumberdaya dan Kompetensi
• Penentuan Misi dan Tujuan Usaha
• Strategi Usaha
• Strategi Bauran Pemasaran
• Tujuan Produk
ANALISIS SITUASI
• Analisis Pasar
• Analisis Kompetisi
• Pengukuran Pasar
• Analisis Profitabilitas dan Produktivitas
PROGRAM DAN STRATEGI PEMASARAN
• Strategi Pemasaran
• Pengembangan Produk
• Kebijakan Harga
• Periklanan (Advertising)
• Promosi Penjualan
• Distribusi dan Penjualan
KOORDINASI DAN PENGENDALIAN
• Pengorganisasian dan Pengelolaan
• Pemasaran dan Aktivitas Penjualan
• Rencana Pemasaran Tahunan
• Garis Putus : Aliran Umpan Balik Proses
• Garis Sambung : Aliran Proses

0 Sistem Komputer dalam SIM

Sabtu, 06 November 2010
Tema : Perkembangan SIM Dalam Penerapan Pada Teknologi Informasi.

Sumber Tulisan :
• http://wikipedia.com/
• http://ilmukomputer.com/
• http://wartawarga.gunadarama.ac.id/

PENDAHULUAN


SIM adalah serangkaian sub-sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi yang secara rasional mampu menstransformasikan data sehingga menjadi informasi dengan berbagai cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan . Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Dalam teori SIM, komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM, namun dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan komputer. Bagaimanapun untuk melakukan koordinasi dalam SIM akan lebih terbantu jika melibatkan computer.
Berbagai perusahaan kini memerlukan SIM. Dengan pengelolaan SIM yang tepat, tentunya perusahaan berikut akan berkembang. Namun meskipun telah mengeluarkan biaya yang besar, pengembangan SIM pada suatu perusahaan tidak berhasil. Oleh karena itu diperlukan evaluasi apa sajakah yang dapat menyebabkan kegagalan pada pengembangan SIM tersebut.

KONSEP DASAR SISTEM

Sebelumnya saya akan menjelaskan apa yang dimaksud sistem itu sendiri. Sistem adalah sekumpulan dari unsur atau elemen-elemen yang saling berkaitan atau berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Contoh elemen-elemen dari sistem yaitu :
• Sistem Komputer, Terdiri dari : Software, Hardware, Brainware.
• Sistem Akuntansi, Dll.

SIM SEBAGAI SUATU KONSEP EVOLUSI/PERKEMBANGAN


Gagasan sebuah Sistem informasi untuk mendukung manajemen dan pengembalian keputusan tidak ada sebelum dipakainya komputer, yang memperluas kemampuan keorganisasian untuk menerapkan semacam itu. Perluasan kemampuan tersebut sedemikian menyolok sehimgga SIM dianggap sesuatu yang baru kini dapat dipakai. SIM sebagai suatu konsep masih berlangsung untuk berkembang. Ini berhubungan, tetapi tidak sama dengan memproses data, konsep yang dihubungkan sistem informasi. 2 konsep seperti itu dapat dipertimbangkan secara luas dari konsep SIM yaitu Decision Support System (DSS) dan Information Resources Management (IRM). Suatu pemunculan cenderung tetap dengan perkembangan dari konsep SIM adalah perhitungan pada si pemakai-akhir.

Dalam Tema ini saya akan membahas tentang Sistem Komputer, menurut saya sistem komputer sangat erat dalam perkembangan sistem informasi manajemennya.

SISTEM KOMPUTER

Sistem komputer adalah suatu jaringan elektronik yang terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras yang melakukan tugas tertentu (menerima input, memproses input, menyimpan perintah-perintah, dan menyediakan output dalam bentuk informasi). Selain itu dapat pula diartikan sebagai elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktivitas dengan menggunakan komputer.
Komputer dapat membantu manusia dalam pekerjaan sehari-harinya, pekerjaan itu seperti: pengolahan kata, pengolahan angka, dan pengolahan gambar.

Elemen dari sistem komputer terdiri dari manusianya (brainware), perangkat lunak (software), set instruksi (instruction set), dan perangkat keras (hardware). Dengan demikian komponen tersebut merupakan elemen yang terlibat dalam suatu sistem komputer. Tentu saja hardware tidak berarti apa-apa jika tidak ada salah satu dari dua lainnya (software dan brainware).
Dengan demikian komponen tersebut merupakan elemen yang terlibat dalam suatu sistem komputer. Tentu saja hardware tidak berarti apa-apa jika tidak ada salah satu dari dua lainnya (software dan brainware). Contoh sederhananya, siapa yang akan menghidupkan komputer jika tidak ada manusia.
Atau akan menjalankan perintah apa komputer tersebut jika tidak ada softwarenya, iya ga?.. :)

PENGENALAN KOMPUTER PADA SIM

Pengolahan informasi adalah himpunan aktifitas pokok. Batasan dari pekerjaan individu dan waktu personal membentuk record, mencari dan mengambil informasi 80% dari waktu eksekutif yang khas adalah melaksanakan pengolahan dan pengkomunikasian informasi. Lebih dari 50% tenaga kerja di Amerika Serikat adalah dari pengolahan informasi. Proporsi terbesar dari pekerja-pekerja ini adalah pekerja yang berpengalaman : kewajiban mereka meliputi produksi dan penggunaan informasi output-output, dokumen-dokumen, laporan-laporan, analisa-analisa, rencana-rencana dan sebagainya.

Komputer menjadi bagian yang penting dari organisasi pengolahan informasi karena kekuatan teknologi dan volume data yang diproses. Aplikasi komputer untuk pengolahan informasi mulai tahun 1954 ketika komputer pertama telah diprogram untuk proses penggajian. Sekarang komputerisasi pengolahan dari data transaksi merupakan aktifitas yang biasa dilakukan dari organisasi yang besar. Selain itu, kemampuan untuk memproses informasi secara otomatis telah diperluas dalam lingkup perumusan penggunaan organisasi informasi. Tantangan saat ini dalam pengolahan informasi adalah penggunaan kemampuan komputer guna mendukung berbagai pekerjaan, termasuk aktifitas manajerial dan pengambilan keputusan. Variasi yang luas dari sumber-sumber komputer yaitu untuk menjalankan pengolahan transaksi, menyediakan pengolahan informasi formal dan system pelaporan, serta menyelesaikan keputusan manajerial yang mendukung klasifikasi umum sebagai SIM dari suatu organisasi.

Pokok dari tulisan ini adalah SIM dari pada pengolahan data harian, SIM merupakan konsep yang luas dari pada sebuah system tunggal. Beberapa aktifitas SIM adalah keterpaduan dengan pengolahan data harian, sementara aplikasi-aplikasi SIM yang lain dirancang terutama untuk mengetahui aktifitas pekerjaan atau fungsi pengambilan keputusan. Pemakaian komputer dan teknologi komunikasi di kantor mendukung komunikasi orang ke orang dan mendukung fungsi-fungsi jurutulis adalah juga termasuk dalam bagian SIM ini.
Rancangan dan implementasi dari SIM dalam sebuah organisasi mengharuskan mengidentifikasi keperluan informasi. Keperluan untuk pengolahan transaksi harian cenderung stabil dan secar relative mudah dikenali, keperluan informasi untuk manajemen dan aktifitas pengmbilan keputusan banyak berubah-ubah dan banyak ditemukan kesulitan.

Isi tulisan ini menunjukan dua kegunaan yakni untuk itu siapa yang merancang, mengimplementasi dan mengatur sistem informasi serta siapa yang menentukan keperluan informasi dan penggunaan sistem.
Tulisan ini dapat menolong sistem analisis untuk mengerti struktur dari SIM dan termasuk jenis-jenis keperluan, hal ini dapat menolong eksekutif sistem informasi dalam perencanaan dan manajemen. Hal ini dapat menolong pemakai untuk mengerti bagaimana untuk menganalisa dan merumuskan keperluan-keperluan itu. Hal ini juga dapat menolong para pemakai, siapa yang mengembangkan sistem mereka sendiri.

0 Wi - Fi (Wireless Fidelity)

Kamis, 04 November 2010
MATA KULIAH :: SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 1#
DOSEN :: RINA NOVIANA


Nama kelompok :
* Astry Nur Imaya (33109512)
* Tri Widodo (33109091)

Sumber Tulisan :
1. http://wikipedia.com/
2. http://google.com/
3. http://answer.com/


Wi-fi (wireless fidelity )

Wifi itu singkatan dari wireless fidelity, yg arti-nya teknologi komunikasi wireless yg dapat menyediakan koneksi antara komputer portable (seperti laptop,PDA,bahkan handphone) dgn internet. Untuk menghubungkan user ke internet, device Wi-Fi menggunakan transmitter low-power dan receiver (penerima sinyal) yg dilengkapi chip komputer spesial berisi modem radio. Chip Komputer ini bisa diinstal di laptop, PDA (personal digital assistant) dan telepon seluler.
Wi-fi juga memiliki pengertian lain yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Sejarah Wifi
Berikut ini adalah nama penemu embrio teknologi wifi. Semuanya bermula dari penemuan hubungan listrik dgn gelombang radio yg dihasilkannya.
• Pertengahan abad 19 : Ide komunikasi radio wireless bermula dari pertengahan abad 1800. Ide ini dipelopori teori 2 ilmuwan inggris, Michael Faraday dan James Clerk Maxwell.
• 1988 : Heinrich Hertz, fisikawan jerman, mempraktekkan teori Faraday dan Maxwell untuk membuat transmitter spark-gap. Transmitter tersebut adalah alat yg menghasilkan gelombang radio dari percikan listrik.
• 1895 : insyiur listrik berkebangsaan itali, Guglielmo Marconi meningkatkan jangkauan transmisi Hertz dan mengadopsi teknologi untuk mengirim dan menerima sinyal telegram wireless.
• 1901 : Marconi membangun transmitter telegraph lintas benua pertama, yg mana mempunyai jangkauan sejauh 3.400 km dari Poldhu, Cornwall, England sampai ke St. John’s, Newfoundland.
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g, and 802.11n. Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.

* Spesifikasi.

802.11b 11 Mb/s 2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s 5 GHz a
802.11g 54 Mb/s 2.4 GHz b, g
802.11n 100 Mb/s 2.4 GHz b, g, n

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

* Channel 1 - 2,412 MHz;
* Channel 2 - 2,417 MHz;
* Channel 3 - 2,422 MHz;
* Channel 4 - 2,427 MHz;
* Channel 5 - 2,432 MHz;
* Channel 6 - 2,437 MHz;
* Channel 7 - 2,442 MHz;
* Channel 8 - 2,447 MHz;
* Channel 9 - 2,452 MHz;
* Channel 10 - 2,457 MHz;
* Channel 11 - 2,462 MHz

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.

* Penggunaan Akses Internet

Sebuah atap terpasang antena Wi-Fi
Sebuah Wi-Fi diaktifkan perangkat seperti komputer pribadi, video game konsol, smartphone atau pemutar audio digital dapat terhubung ke internet ketika dalam jangkauan jaringan nirkabel tersambung ke Internet. Cakupan satu atau lebih (saling berhubungan) jalur akses - disebut hotspot - dapat terdiri dari suatu daerah kecil seperti beberapa kamar atau sama besar dengan banyak mil persegi. Cakupan di daerah yang lebih besar mungkin tergantung pada sekelompok jalur akses dengan cakupan yang tumpang tindih. Wi-Fi telah digunakan dalam jaringan wireless mesh , misalnya, di London, Inggris.
Selain penggunaan pribadi di rumah dan kantor, Wi-Fi dapat menyediakan akses publik di hotspot Wi-Fi disediakan baik-gratis-biaya atau untuk pelanggan untuk berbagai layanan komersial. Organisasi dan bisnis - seperti yang berjalan bandara, hotel dan restoran - sering menyediakan penggunaan hotspot gratis untuk menarik atau membantu klien. Penggemar atau kewenangan yang ingin memberikan layanan atau bahkan untuk mempromosikan bisnis di area tertentu terkadang dapat memberikan akses Wi-Fi. Pada tahun 2008 lebih dari 300 metropolitan-wide Wi-Fi ( Muni-Fi ) proyek sudah mulai. Pada tahun 2010 dengan Republik Ceko memiliki 1150 Wi-Fi berbasis penyedia layanan internet nirkabel.
Router yang menggabungkan digital subscriber line modem atau kabel modem dan jalur akses-Fi-Wi, sering dipasang di rumah-rumah dan bangunan lain, dapat menyediakan akses internet dan internetworking untuk semua perangkat yang terhubung (tanpa kabel atau dengan kabel) kepada mereka. Dengan munculnya MiFi dan WiBro (router Wi-Fi portable) orang dapat dengan mudah membuat sendiri Wi-Fi hotspot mereka yang terhubung ke Internet melalui jaringan selular . Sekarang banyak ponsel juga dapat membuat koneksi nirkabel melalui penarikan pada iPhone, Android, Symbian, dan WinMo.
Anda juga bisa terhubung-Fi perangkat Wi dalam modus ad-hoc untuk-ke-client koneksi klien tanpa router. Wi-Fi juga menghubungkan tempat-tempat yang secara tradisional tidak akan memiliki akses jaringan, misalnya untuk kamar mandi, dapur dan gudang kebun.

0 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Selasa, 19 Oktober 2010
Nama Dosen : Rina Noviana
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen 1#


Nama : Astry Nur Imaya
NPM : 33109512
Kelas : 2DB21

Sumber Tulisan :
1. http://www.google.com/
2. http://www.wikipedia.com/


Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi dalam suatu pemahaman yang sederhana dapat
didefinisikan sebagai satu sistem berbasis komputer yang menyediakan
informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para
pemakai biasanaya tergabung dalam suatu entitas organisasi formal,
seperti Departemen atau Lembaga suatu Instansi Pemerintahan yang
dapat dijabarkan menjadi Direktorat, Bidang, Bagian sampai pada unit
terkecil dibawahnya. Informasi menjelaskan mengenai organisasi atau
salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu,
apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin akan terjadi
dimasa yang akan datang tentang organisasi tersebut.

Sistem informasi memuat berbagai informasi penting mengenai
tempat, dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan sekitar
organisasi. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data yang telah
diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat
digunakan untuk pengambilan keputusan. Data sendiri merupakan faktafakta
yang mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang terjadi
atau ada di dalam atau di lingkungan fisik organisasi. Data tidak dapat
langsung digunakan untuk pengambilan keputusan, melainkan harus
diolah lebih dahulu agar dapat dipahami, lalu dimanfaatkan dalam
pengambilan keputusan.

Informasi harus dikelola dengan baik dan memadai agar memberikan
manfaat yang maksimal. Penerapan sistem informasi di dalam suatu
organisasi dimaksudkan untuk memberikan dukungan informasi yang
dibutuhkan, khususnya oleh para pengguna informasi dari berbagai
tingkatan manajemen. Sistem informasi yang digunakan oleh para
pengguna dari berbagai tingkatan manajemen ini biasa disebut sebagai:
Sistem Informasi Manajemen.
Sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu:
aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran (output).
Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru. Masukan berperan di dalam pengumpulan bahan mentah (raw data), baik yang diperoleh dari dalam maupun dari lingkungan sekitar organisasi.
Pemrosesan berperan untuk mengkonversi bahan mentah menjadi bentuk yang lebih memiliki arti. Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk mentransfer informasi yang diproses kepada pihak-pihak atau aktivitasaktivitas yang akan menggunakan. Sistem informasi juga membutuhkan umpan balik (feedback), yaitu untuk dasar evaluasi dan perbaikan di tahap input berikutnya.
                                                                                                                                           
                Dewasa ini, sistem informasi yang digunakan lebih berfokus pada system informasi berbasis komputer (computer-based information system). Harapan yang ingin diperoleh di sini adalah bahwa dengan penggunaan teknologi informasi atau sistem informasi berbasis komputer, informasi yang dihasilkan dapat lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu, sehingga pengambilan keputusan dapat lebih efektif dan efisien.

Meskipun sistem informasi berbasis komputer menggunakan teknologi
komputer untuk memproses data menjadi informasi yang memiliki arti,
ada perbedaan yang cukup tajam antara komputer dan program komputer
di satu sisi dengan sistem informasi di sisi lainnya. Komputer dan perangkat lunak komputer yang tersedia merupakan fondasi teknis, alat, dan material dari sistem informasi modern. Komputer dapat dipakai sebagai alat untuk menyimpan dan memproses informasi. Program komputer atau perangkat lunak komputer merupakan seperangkat instruksi operasi yang mengarahkan dan mengendalikan pemrosesan informasi.

B. Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Sesungguhnya, konsep sistem informasi telah ada sebelum munculnya
komputer. Sebelum pertengahan abad ke-20, pada masa itu masih digunakan kartu punch, pemakaian komputer terbatas pada aplikasi akuntansi yang kemudian dikenal sebagai sistem informasi akuntansi. Namun demikian para pengguna - khususnya dilingkungan perusahaan masih mengesampingkan kebutuhan informasi bagi para manajer. Aplikasi akuntansi yang berbasis komputer tersebut diberi nama pengolahan data elektronik (PDE).

Dalam tahun 1964, komputer generasi baru memperkenalkan prosesor
baru yang menggunakan silicon chip circuitry dengan kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Untuk mempromosikan generasi komputer tersebut, para produsen memperkenalkan konsep system informasi manajemen dengan tujuan utama yaitu aplikasi computer adalah untuk menghasilkan informasi bagi manajemen. Ketika itu mulai terlihat jelas bahwa komputer mampu mengisi kesenjangan akan alat bantu yang mampu menyediakan informasi manajemen.

Konsep SIM ini dengan sangat cepat diterima oleh beberapa
perusahaan dan institusi pemerintah dengan skala besar seperti Departemen Keuangan khususnya untuk menangani pengelolaan anggaran, pembiayaan dan penerimaan negara. Sementara konsep SIM terus berkembang, Morton, Gorry, dan Keen dari Massachussets Institute of Technology (MIT) mengenalkan konsep baru yang diberi nama Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems - DSS). DSS adalah sistem yang menghasilkan informasi yang ditujukan pada masalah tertentu yang harus dipecahkan atau
keputusan yang harus dibuat oleh manajer.
Perkembangan yang lain adalah munculnya aplikasi lain, yaitu Otomatisasi Kantor (office automation - OA), yang memberikan fasilitas untuk meningkatkan komunikasi dan produktivitas para manajer dan staf kantor melalui penggunaan peralatan elektronik. Belakangan timbul konsep baru yang dikenal dengan nama Artificial Intelligence (AI), sebuah konsep dengan ide bahwa komputer bisa diprogram untuk melakukan proses lojik menyerupai otak manusia.

Suatu jenis dari AI yang banyak mendapat perhatian adalah Expert
Systems (ES), yaitu suatu aplikasi yang mempunyai fungsi sebagai spesialis dalam area tertentu. Semua konsep di atas, baik PDE, SM, OA, DSS, EIS, maupun AI merupakan aplikasi pemrosesan informasi dengan menggunakan
komputer dan bertujuan menyediakan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

C. Perhatian terhadap Manajemen lnformasi

Terdapat dua alasan utama mengapa terdapat perhatian yang besar
terhadap manajemen informasi, yaitu meningkatnya kompleksitas kegiatan organisasi tata kelola pemerintahan dan meningkatnya kemampuan komputer. Selanjutnya, dengan tersedianya informasi yang berkualitas, tentunya juga mendorong manajer untuk meningkatkan kemampuan kompetitif (competitive advantage) organisasi yang dikelolanya.
Pada masa komputer generasi pertama, komputer hanya disentuh oleh para spesialis di bidang komputer, sedangkan pengguna lainnya tidak pernah kontak langsung dengan komputer. Sekarang, hampir setiap kantor mempunyai paling tidak beberapa desktop/personal computer – PC. Pemakai sistem informasi manajemen pun kini tahu bagaimana menggunakan komputer dan memandang komputer bukan sebagai sesuatu yang spesial lagi, tetapi sudah merupakan suatu kebutuhan seperti halnya filing cabinet, mesin photocopy atau telepon.

D. Pengguna Sistem Informasi Manajemen

Sebagai pengguna sistem informasi manajemen, tingkatan manajemen ini dapat diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan (Gambar 2 - 2), yaitu:
                   Manajer tingkat perencanaan stratejik (strategic planning)
Merupakan manajer tingkat atas, seperti para jajaran Menteri, para eselon I, di mana keputusan-keputusan yang dibuatnya berkenaan dengan perencanaan stratejik yang meliputi proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penetapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi organisasi.
•      Manajer tingkat pengendalian manajemen (management control)
Yang dikenal juga dengan istilah manajer tingkat menengah,
mempunyai tanggung jawab untuk menjabarkan rencana stratejik yang
sudah ditetapkan ke dalam pelaksanaannya dan meyakinkan bahwa tujuan organisasi akan tercapai. Termasuk dalam kelompok ini misalnya adalah Pejabat Eselon II, Kepala Kantor Wilayah, Kepala Dinas, dan Eselon III, Kepala Bagian/Bidang.
•      Manajer tingkat pengendalian operasi (operational control)
merupakan manajer tingkat bawah misalnya eselon IV dan V,
bertanggung jawab melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan oleh
manajer tingkat menengah, yang terwujud dalam operasi/kegiatan
organisasi.

E. Peran Baru Sistem Informasi Manajemen

Manajemen tidak dapat mengabaikan sistem informasi karena sistem
informasi memainkan peran yang kritikal di dalam organisasi. Sistem informasi ini sangat mempengaruhi secara langsung bagaimana manajemen mengambil keputusan, membuat rencana, dan mengelola para pegawainya, serta meningkatkan sasaran kinerja yang hendak dicapai, yaitu bagaimana menetapkan ukuran atau bobot setiap tujuan/kegiatan, menetapkan standar pelayanan minimum, dan bagaimana menetapkan standar dan prosedur pelayanan baku kepada masyarakat. Oleh karenanya, tanggung jawab terhadap sistem informasi tidak dapat didelegasikan begitu saja kepada sembarang pengambil keputusan.

Semakin meningkat saling ketergantungan antara rencana strategis
instansi, peraturan dan prosedur di satu sisi dengan sistem informasi (software,  hardware, database, dan telekomunikasi) di sisi yang lainnya. Perubahan di satu komponen akan mempengaruhi komponen lainnya. Hubungan ini menjadi sangat kritikal manakala manajemen ingin membuat rencana ke depan. Aktivitas apa yang akan dilakukan lima tahun ke depan biasanya juga sangat tergantung kepada sistem apa yang tersedia untuk dapat melaksanakannya. Sebagai contoh, peningkatan produktivitas kerja para pegawai sangat tergantung pada jenis dan kualitas dari sistem informasi organisasi.

Perubahan lain dalam hubungan sistem informasi dengan organisasi
adalah semakin meningkatnya cakupan dan ruang lingkup dari sistem
informasi dan aplikasinya. Pengembangan dan pengelolaan sistem dewasa
ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak di dalam organisasi, jika
dibandingkan peran dan keterlibatanya pada periode-periode yang lalu.
Sebagaimana sudah disampaikan dengan meningkatnya kecenderungan
organisasi berteknologi digital, maka sistem informasi di dalam organisasi
dapat meliputi jangkauan yang semakin luas hingga kepada masyarakat,
instansi pemerintahan lainnya, dan bahkan informasi mengenai perkembangan politik terakhir. Satu alasan mengapa sistem informasi memainkan peran yang sangat besar dan berpengaruh di dalam organisasi adalah karena semakin tingginya kemampuan teknologi komputer dan semakin murahnya biaya pemanfaatan teknologi komputer tersebut. Semakin baiknya kemampuan komputer telah menghasilkan jaringan komunikasi yang kuat yang dapat digunakan organisasi untuk melakukan akses informasi dengan cepat dari berbagai penjuru dunia serta untuk mengendalikan aktivitas yang tidak terbatas pada ruang dan waktu. Jaringan-jaringan ini telah mentransformasikan ketajaman dan bentuk aktivitas organisasi,
menciptakan fondasi untuk memasuki era digital.

Jaringan yang terluas dan terbesar yang digunakan adalah internet.
Hampir setiap orang di seluruh dunia ini, baik yang bekerja di dunia sains,
pendidikan, pemerintah, maupun kalangan pebisnis menggunakan jaringan internet untuk bertukar informasi atau melakukan transaksi bisnis dengan orang atau organisasi lain di seluruh dunia. Internet menciptakan platform teknologi baru yang universal. Teknologi internet ini mampu mempertajam cara bagaimana sistem informasi digunakan dalam bisnis dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan penggunaan internet, di antaranya adalah untuk :
Komunikasi dan kolaborasi.
Akses data dan informasi.
Partisipasi dalam diskusi.
Supply informasi.
Hobi atau bersenang-senang (entertainment).
Pertukaran transaksi bisnis.

F. Konsep Subsistem Informasi Organisasi

SIM merupakan upaya organisasi pertama yang tujuan utamanya adalah menyediakan informasi bagi manajemen (karena itu dinamakan system informasi manajemen). Ternyata dalam praktiknya SIM pada suatu organisasi menyediakan juga informasi bagi orang-orang selain para manajer.
Ketika suatu organisasi semakin memiliki pengalaman dalam menerapkan
rancangan SIM yang mencakup kebutuhan seluruh organisasi, para di wilayah-wilayah tertentu, baik ditingkat pusat maupun daerah, mulai menerapkan konsep sesuai kebutuhan yang mereka perlukan. Sistem informasi mulai akan memasuki wilayah yang sudah tersegmentasi, yang dapat disebut sebagai sub-sub sistem SIM yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Sebagai contoh pada tataran organisasi pemerintah pusat sudah mengimplementasikan beberapa aplikasi sistem informasi antara lain:
Sistem akuntansi keuangan negara (SKAN),
Sistem akuntansi barang milik negara (SABMN),
Sistem akuntansi keuangan daerah (SAKD),
Sistem Informasi Kependudukan,
Sistem Informasi Kepegawaian dan pengembangan-pengembangan subsub sistem tata kelola pemerintahan lainnya.





 

2 Struktur& Organisasi data 1

Senin, 04 Oktober 2010
Dosen : Lulu Chaerani Munggaran

Nama Kelompok : 
* Tri Widodo (33109091)
* Astry Nur Imaya (33109512)
* M.Lutfi Azhari  (34109289)


File adalah sekumpulan record dari tipe tunggal yang berisi elemen-elemen data yang menggambarkan himpunan database.
• Master File merupakan file terpenting pada suatu system. Sebuah file induk merupakan file yang digunakan untuk menyelesaikan tugas pokok tertentu dan terpelihara secara teratur.
Contoh : Sistem Rumah Sakit memerlukan file induk tentang catatan pasien, catatan penyakit, disamping file lainnya.
• Transaction File merupakan file berisi informasi yang digunakan untuk memperbaharui file induk.
Contoh : rekaman tentang pelanggan yang sudah membayar tagihan listrik akan membentuk file transaksi, sekali seminggu catatan pada file transaksi digunakan untuk memperhaharui record pada file master.
Pada kesempatan kali ini kami telah mewawancarai salah seorang pegawai keuangan di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Kami banyak bertanya tentang system penggajian di lembaga milik Negara itu, yang menurut kami sangat berhubungan dengan system file dan jenis-jenisnya.
Menurut kami, Nama pegawai dan No.Rekening adalah contoh dari Reference master file karena berisi record yang jarang/tak berubah. Sedangkan gaji pegawai menurut kami adalah Dynamic master file, karena berisi record yang terus menerus berubah dalam kurun waktu tertentu atau berdasarkan suatu peristiwa seperti: mendapat tunjangan anak/istri, kenaikan jabatan, tunjangan kesehatan, dll.
Sedangkan potongan dan saldo akhir pegawai kami anggap sebagai transaction file karena berisi record-record yang memperbaharui/ meng-update record yang ada pada pada master file. (gambar laporan gaji)